12 Rahasia yang Harus Diketahui Calon Vegetarian Agar Tetap Sehat

foto: Ilustrasi/Thinkstock

Jakarta – Angpao888.com : Gaya hidup vegetarian telah ada sejak lama. Gaya hidup yang diperuntukkan bagi pecinta kedamaian itu selalu diminati dari waktu ke waktu. Bahkan, selebriti dunia layaknya Bill Clinton, Jay Z, dan Beyonce merupakan vegetarian.

Tertarik menjadi vegetarian? Jika iya, Anda harus tahu dengan benar risiko apa yang akan dihadapi. Inilah 12 hal yang harus diketahui sebelum memutuskan untuk menjadi seorang vegetarian, sebagaimana dikutip dari Huffington Post, Jumat (24/1/2014).

1. Menjawab pertanyaan dengan cerdik

Begitu menjadi vegetarian, akan ada banyak pertanyaan dari sanak saudara dan teman-teman. “Orang-orang sangat sensitif mengenai gaya makan, terutama jika Anda menentang apa yang selama ini dipercaya,” ungkap Julieanna Hever, ahli gizi nabati. Untuk itu yakinkan teman dan keluarga bahwa menjadi vegetarian adalah pilihan yang dibuat berdasar alasan pribadi.

Memberikan alasan yang umum membuat orang lain merasa seolah pilihan mereka salah. Akibatnya, akan timbul argumen perlawanan. Dengan mengutarakan alasan pribadi, orang lain tidak akan merasa pilihan mereka salah.

“Pastikan bahwa itu tentang Anda, jadi tidak ada seorang pun yang merasa harus mempertahankan pilihan mereka,” sambungnya.

2. Vegetarian butuh suplemen B12

Secara alami, vitamin B12 hanya terdapat pada makanan hewani. Vitamin B12 berfungsi menjaga kesehatan sel darah dan sel-sel tubuh, juga berfungsi dalam pementukan DNA. Kekurangan vitamin B12 menyebabkan mudah lelah, lesu, konstipasi, tidak nafsu makan, berat badan turun drastis, masalah saraf, dan depresi.

Jika Anda memutuskan menjadi seorang vegetarian, Anda harus menyetok bebagai makanan yang diperkaya dengan vitamin B12 seperti suplemen B12. Untuk mengetahui apakah diperlukan tambahan asupan, sebaiknya minta dokter untuk melakukan pengecekan darah.

3. Vegetarian membutuhkan tambahan zat besi

Ada dua jenis zat besi, yakni heme dan nonheme. Heme terdapat dalam makanan hewani dan mudah diserap tubuh. Sedangkan makanan nabati hanya mengandung zat besi nonheme yang lebih sukar diserap tubuh. Alhasil, untuk mendapatkan manfaat yang sama, vegetarian harus meraup lebih banyak zat besi. Demikian diungkapkan oleh Christian Henderson, ahli gizi New York.

Sumber zat besi nabati yang baik untuk vegetarian antara lain kacang-kacangan, kismis, dan sayuran berdaun hijau. Untuk membantu penyerapan zat besi, jangan lupa mengonsumsi makanan kaya vitamin C seperti cabai merah, brokoli, atau jeruk.

4. Harus menemukan sumber protein baru

Setiap santapan harus mengandung protein, ungkap Valerie Rosser, ahli gizi yang juga vegetarian. Protein adalah pembangun tiap inchi bagian tubuh. Protein dipecah menjadi asam amino yang berfungsi untuk pertumbuhan dan regenerasi sel.

The Institute of Medicine, Amerika, merekomendasikan asupan protein harian orang dewasa minimal 0,8 gram per kilogram massa tubuh. Artinya wanita dengan bobot 50 kilogram membutuhkan 40 gram protein. Sumber protein nabati untuk para vegetarian bisa didapat dari kedelai atau kacang-kacangan.

5. Jangan mengganti makanan hewani dengan junk food

Mengganti daging-dagingan dengan roti, pasta, atau makanan olahan lain merupakan kegagalan dalam diet vegetarian. Mengonsumsi makanan olahan sebagai pengganti daging menyebabkan rasa lekas lapar, bobot mudah naik, dan buruknya suasana hati.

“Bukan ide bagus mengganti makanan hewani yang mengandung protein, vitamin, dan mineral dengan makanan olahan yang minim nutrisi kecuali kalori,” ungkap Rosser.

6. Jangan terlalu percaya mitos tentang kedelai

Secara umum, kritikus terlalu melebihkan bahaya kedelai sedangkan pendukung terlalu melebihkan manfaatnya. Hingga kini, ilmuwan masih memperdebatkan efek kedelai terhadap kanker dan kesehatan jantung.

 

Pages: 1 2

Comment Here