16 Siswa SD Masih Kritis Akibat Kecelakaan Maut di Pasuruan

foto : Korban luka kecelakaan bus di Pasuruan (Dok: Jaka/Sindo TV)

Kecelakaan Maut di Pasuruan, 16 Siswa SD Masih Kritis

MALANG – Angpao888.com : Sebanyak 16 siswa SDN Ngampelsari, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, rombongan peserta outbound korban kecelakaan bus pariwisata di Purwosari, Pasuruan, hingga Minggu (6/4/2014) pagi masih dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Sebelumnya, 16 siswa tersebut sempat menjalani perawatan di Puskesmas Purwosari dan sebuah rumah sakit di Bangil. Namun karena keterbatasan tempat serta peralatan, mereka dirujuk ke RSSA Kota Malang.

Petugas rumah sakit menyatakan, kebanyakan korban menderita patah tulang dan luka benturan. Mereka sudah ditangani secara maksimal.

Namun hingga pagi ini, pihak rumah sakit belum mengidentifikasi para korban karena sedang libur. Selain itu, para keluarga korban menolak diwawancara wartawan.

Seperti diberitakan, kecelakaan maut tersebut terjadi di jalur wisata Pasuruan pada Sabtu 5 April 2014 sore. Bus pariwisata bernomor polisi W 7876 UR terguling setelah menabrak dua sepeda motor dan warung di jalan menurun.

Empat siswa tewas dan belasan lainnya mengalami luka. Empat korban tewas adalah Haris, Fahrel, Novaldi, dan Rangga.

Ada tiga bus yang mengangkut rombongan siswa SDN Ngampelsari. Saat kecelakaan, bus tersebut dalam perjalanan pulang dari lokasi wisata di Bukit Flora, Kecamatan Tutur, menuju Sidoarjo. (ton)

Bus pariwisata kecelakaan di Pasuruan (Dok: Jaka/Sindo TV)

Bus pariwisata kecelakaan di Pasuruan (Dok: Jaka/Sindo TV)

4 Bocah SD Tewas, Fawwaz Tour Klaim Bus Layak Jalan

SIDOARJO – Biro Perjalanan Umum Fawwaz Tour mengklaim, bus yang mengalami kecelakaan menewaskan empat siswa SD di Pasuruan, Jawa Timur, layak jalan.

Iwan, salah seorang staf Fawwaz Tour, Minggu (6/4/2014), menuturkan, sebelum berangkat, bus bernomor polisi W 7876 UR itu sudah menjalani serangkaian pemeriksaan.

“Bus itu layak jalan dan sudah menjalani pemeriksaan sebelum berangkat,” tutur Iwan.

Saat disinggung bahwa dugaan penyebab kecelakaan adalah rem bus blong, Iwan enggan mengomentari lebih jauh. Hal yang pasti, kata dia, standar prosedur sudah dilakukan pihaknya sebelum bus berangkat, termasuk mengecek rem.

Ia juga menegaskan, bus produksi tahun 2003 itu dinyatakan siap menempuh jalur pegunungan.

Selain itu, kata  dia, sopir bus yang kini masih dirawat di rumah sakit, sudah memiliki jam terbang tinggi alias senior, termasuk membawa bus melintasi jalur pegunungan. Selama ini, lanjut Iwan, sopir tidak pernah menghadapi kendala.

Terkait adanya korban tewas dan luka, pihak manajemen bus hingga kini belum menentukan apakah akan memberi santunan kepada keluarga dan korban atau tidak. (ton)

Sumber : SindoTV | Okezone 

Comment Here