2 Anggota TNI AL Dibunuh Nelayan Thailand di Anambas dan Kronologinya

2 Prajuritnya Dibunuh Nelayan Thailand, TNI AL Kerahkan 2 KRI

JAKARTA – Angpao888.com : Pihak TNI membantah jika pasukannya kecolongan dalam kasus tewasnya dua anggota TNI AL oleh nelayan Thailand di perairan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Pihak TNI memastikan para personel patroli perbatasan memiliki peralatan lengkap.

“Semua pasukan lengkap, dan sesuai prosedur patroli,” Kapuspen Mabes TNI, Mayjend Fuad Basya, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (4/4/2014).

Lalu mengapa pasukan TNI AL bisa disekap dan dibunuh dalam peristiwa itu? Atas pertanyaan tersebut Fuad mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan bersama Angkatan Laut Thailand.

“Mungkin saat kejadian ada kondisi-kondisi tertentu yang kita tidak tahu,” ucapnya.

TNI AL juga sudah mengerahkan dua KRI untuk menemukan dua jasad anggotanya yang dibunuh nelayan Thailand. “Kita sudah kerahkan dua kapal yaiut KRI Pati Unus dan KRI Teuku Umar,” ucapnya.

Kejadian tersebut berlangsung pada Maret 2014. Saat itu anggota TNI AL sedang berpatroli di perairan Anambas memergoki Kapal Nelayan Thailand yang sedang melakukan illegal Fishing. Kapal patroli pun menyuruh nelayan untuk di bawa ke pos milik TNI AL. Tetapi tiba-tiba ada perlawanan dari para nelayan. Nelayan Thailand pun menyekap dua anggota TNI AL Indonesia dan berakhir dengan pembunuhan.

 

Panglima TNI Cari Tahu Penyebab 2 Prajuritnya Dibunuh Nelayan Thailand

Panglima TNI Jenderal Moeldoko masih mencari tahu apa penyebab di balik tewasnya dua anggota TNI AL yang dibunuh nelayan Thailand di perairan Anambas, Kepulauan Riau. Panglima sudah mengerahkan jajarannya untuk menyelidiki kasus tersebut.

“Sedang dalam penyelidikan lebih lanjut dan kita masih cari tahu ada apa sebenarnya,” ujar Moeldoko di Gedung Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta, Jumat (4/4/2014).

Moeldoko mengatakan, jasad dua anggota TNI AL tersebut sampai sekarang belum ditemukan. TNI masih terus mencari dua jasad petugas patroli perbatasan tersebut.

“Sampai dengan saat ini masih dalam proses pencarian,” ucapnya.

Peristiwa berdarah terjadi pada akhir Maret 2014. Saat itu anggota TNI AL sedang berpatroli di perairan Anambas memergoki Kapal Nelayan Thailand yang sedang melakukan illegal fishing. Kapal patroli pun menyuruh nelayan untuk dibawa ke pos milik TNI AL. Tetapi tiba-tiba ada perlawanan dari para nelayan. Nelayan Thailand pun menyekap dua anggota TNI AL Indonesia dan berakhir dengan pembunuhan.

 

Pages: 1 2 3

Comment Here