Ahok: “Blusukan” Itu Capek, Macet di Mana-mana

foto : KOMPAS.COM/ FABIAN JANUARIUS KUWADO Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat blusukan bersama, Kamis (27/2/2014).

JAKARTA – Angpao888.com — Setelah blusukan ke sejumlah tempat di Jakarta bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Kamis (27/2/2014), Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan kesannya.

“Capek, macet di mana-mana,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Kamis (27/2/2014) sore kemarin.Meskipun demikian, menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, blusukan merupakan cara yang paling efektif dalam mengawasi kinerja anak buah.”Efektif sih blusukan itu untuk mengawasi kerja dinas. Tapi, kalau kita sudah membuat sistem, lalu sistem itu sudah jalan, blusukan tidak perlu lagi,” kata dia.Ahok enggan menanggapi hal tersebut sebagai ajang latihan sebelum ia menduduki jabatan sebagai gubernur DKI Jakarta. Hal tersebut sempat ditanyakan sejumlah wartawan karena popularitas Jokowi menjadi calon presiden sangat tinggi.”Kenapa sih enggak lihatnya kami ini sebagai pasangan capres dan cawapres? Kamu lihatnya Gubernur saja sih,” ujarnya sambil tertawa.

Seperti diberitakan, untuk pertama kalinya, Ahok mengikuti Jokowi blusukan kemarin. Perjalanan dimulai dengan berangkat dari Balaikota Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB mengunjungi aliran Kanal Banjir Barat di kawasan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

Namun, di tempat ini, keduanya tidak turun dari kendaraan mereka. Dari sana, keduanya menuju lokasi pembangunan Kampung Deret Petogogan di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kemudian, perjalanan dilanjutkan ke Jakarta Timur, yakni untuk meresmikan Pasar Ciplak, Cipinang Besar Selatan, dan Pasar Cipayung, Pasar Rebo. Keduanya tiba kembali ke Balaikota sekitar pukul 16.00 WIB.

Oleh Alsadad Rudi | Kompas.com

Ahok: Daripada Serah Terima Blusukan, Mending Kursi Gubernur!

Setelah mengikuti blusukan bersama Gubernur Joko Widodo kemarin, Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku siap menggantikan posisi Jokowi menjadi DKI I, namun tanpa melakukan blusukan.

“Kalau serah terima blusukan itu rugi. Ngapain serah terima blusukan? Mending serah terima kursinya (Gubernur) dong,” kelakar Ahok seraya tertawa di Balai Kota Jakarta, Jumat (28/2/2014).

Itulah Ahok, kerap kali berseloroh setiap ditanya soal posisi DKI 1. Bahkan, mantan Bupati Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung, itu pun sering kali mengaku siap menjadi Presiden.

Namun, penyataan-pernyataan itu dibantahnya sendiri. Menurut Ahok, ia dan Jokowi merupakan satu paket untuk memimpin Ibu Kota.

“Saya dari awal ditugaskan sama partai, ditugaskan ke Pak Jokowi supaya berhasil jadi gubernur. Saya sudah siap dipimpin beliau sampai 10 tahun. Paling sedikit lima tahun lah jadi wagub,” katanya.

Seperti diketahui, blusukan yang dilakukannya bersama Jokowi kemarin mengunjungi beberapa lokasi, seperti Kali Jodo, hutan kota di Penjaringan, pasar, sampai kampung deret di wilayah Jakarta Selatan.

Ahok beranggapan, blusukan itu sesungguhnya tak perlu dilakukan lagi ketika sistem yang diinginkan sudah berjalan dengan baik. “Mungkin sekali, dua kali saya cukup untuk ngecek lapangan,” pungkasnya. (ton) – Okezone

 

Comment Here