Ahok: Roy Suryo yang Cari Gara-gara

Menpora melaporkan Ahok ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik | Liputan6 | Dibaca 38

JAKARTA – Angpao888.com : Setelah beberapa kali somasi, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo kini melaporkan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, ke pihak kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik terkait pernyataan soal proyek Mass Rapid Transit (MRT). Namun pria yang karib disapa Ahok itu tak ingin menanggapi panjang lebar laporan Roy.

“Sudahlah nggak usah infotainment,” kata Ahok di Balaikota Jakarta, Selasa (8/7/2014). Mantan Bupati Belitung Timur itu menilai, pelaporan menteri berkumis tersebut ibarat berita infotainment.

Semenjak masalah sertifikat lahan pengganti stadion Lebak Bulus untuk MRT bergulir menjadi 3 kali somasi, Ahok memang sudah enggan berkomentar seputar kesalahpahaman antara dirinya dan Roy. Saat itu Roy yang tak terima karena merasa disalahkan atas terhambatnya proyek MRT langsung mensomasi Ahok.

Menurut kader Partai Gerindra tersebut, ketika permasalahan tersebut muncul ia langsung berkomunikasi dengan Roy melalui Blackberry Messenger (BBM) dan menjelaskan bahwa ia tak pernah mengatakan Kemenpora menghambat proyek MRT. Dan menurutnya, Roy Suryo telah mengerti.

“Saya tunjukin kok dia punya BBM. Kalimatnya jelas bahwa tidak ada masalah. Kami juga sudah damai-damai aja. Dia aja yang cari gara-gara. Emangnya ini sinetron? Kalau kayak infotainment, dia makin demen,” cetus Ahok.

Senin 7 Juli 2014 kemarin, Roy Suryo melaporkan Ahok serta Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Ratiyono ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penyebaran kebohongan publik. Laporan itu menurutnya, terkait dengan rencana pembongkaran Stadion Lebak Bulus yang terkendala sehingga menghambat pembangunan MRT.

“Kementerian Pemuda dan Olahraga atas nama institusi melaporkan kepada Bareskrim Mabes Polri tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh dua pejabat Pemprov DKI Jakarta,” ujar Roy.

“Disampaikan seolah-olah mentoknya pelaksanaan pembangunan MRT itu karena Kemenpora belum keluarkan rekomendasi untuk pembongkaran Stadion Lebak Bulus. Padahal, Pemprov DKI sendiri yang tidak mampu untuk menyelesaikan MRT secara tepat waktu,” tambah dia. (Ein)

Oleh Andi Muttya Keteng | Liputan6

Setelah beberapa kali somasi, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo kini melaporkan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, ke pihak kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik terkait pernyataan soal proyek Mass Rapid Transit (MRT). Namun pria yang karib disapa Ahok itu tak ingin menanggapi panjang lebar laporan Roy.

“Sudahlah nggak usah infotainment,” kata Ahok di Balaikota Jakarta, Selasa (8/7/2014). Mantan Bupati Belitung Timur itu menilai, pelaporan menteri berkumis tersebut ibarat berita infotainment.

Semenjak masalah sertifikat lahan pengganti stadion Lebak Bulus untuk MRT bergulir menjadi 3 kali somasi, Ahok memang sudah enggan berkomentar seputar kesalahpahaman antara dirinya dan Roy. Saat itu Roy yang tak terima karena merasa disalahkan atas terhambatnya proyek MRT langsung mensomasi Ahok.

Menurut kader Partai Gerindra tersebut, ketika permasalahan tersebut muncul ia langsung berkomunikasi dengan Roy melalui Blackberry Messenger (BBM) dan menjelaskan bahwa ia tak pernah mengatakan Kemenpora menghambat proyek MRT. Dan menurutnya, Roy Suryo telah mengerti.

“Saya tunjukin kok dia punya BBM. Kalimatnya jelas bahwa tidak ada masalah. Kami juga sudah damai-damai aja. Dia aja yang cari gara-gara. Emangnya ini sinetron? Kalau kayak infotainment, dia makin demen,” cetus Ahok.

Senin 7 Juli 2014 kemarin, Roy Suryo melaporkan Ahok serta Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Ratiyono ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dengan tuduhan pencemaran nama baik dan penyebaran kebohongan publik. Laporan itu menurutnya, terkait dengan rencana pembongkaran Stadion Lebak Bulus yang terkendala sehingga menghambat pembangunan MRT.

“Kementerian Pemuda dan Olahraga atas nama institusi melaporkan kepada Bareskrim Mabes Polri tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh dua pejabat Pemprov DKI Jakarta,” ujar Roy.

“Disampaikan seolah-olah mentoknya pelaksanaan pembangunan MRT itu karena Kemenpora belum keluarkan rekomendasi untuk pembongkaran Stadion Lebak Bulus. Padahal, Pemprov DKI sendiri yang tidak mampu untuk menyelesaikan MRT secara tepat waktu,” tambah dia. (Ein) – See more at: http://news.liputan6.com/read/2074682/ahok-roy-suryo-yang-cari-gara-gara#sthash.z80hNGoc.dpuf

Comment Here