Ahok Tak Mau Jakarta Dijadikan “Kelinci Percobaan”

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Foto: Dok. Okezone) | Dibaca 35

JAKARTA – Angpao888.com : Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menolak sistem electronic road pricing (ERP) atau jalan berbayar yang menggunakan teknologi on board unit (OBU) global positioning system (GPS) yang ditawarkan perusahaan Watch Daya asal Singapura. Dia tidak mau Jakarta dijadikan “kelinci percobaan” oleh perusahaan tersebut. Pasalnya, Singapura pun tidak menggunakan teknologi itu.

“ERP yang dia tawarkan teknologi baru yaitu teknologi GPS. Lalu saya tanya, negara mana yang sudah pernah pakai sistem ini? Dia bilang belum ada. Dia bilang Singapura juga sudah izinkan uji coba. Saya tanya, Singapura sudah coba belum? Belum. Nah kalau belum, saya enggak bisa terima. Saya tidak ingin Jakarta jadi kota pertama di dunia yang ERP-nya pakai sistem GPS,” kata Basuki, di Balai Kota Jakarta, Selasa (2/7/2014).

Sistem ERP dengan teknologi GPS, kata Ahok, yakni dengan menentukan derajat dan koordinat. Bila kendaraan tersebut lewat kawasan berbayar maka langsung dikenakan biaya dan didebit secara otomatis, harganya  Rp2 juta per unit. “Yang jadi pertanyaan, OBU GPS berapa duit? Bisa Rp2 jutaan. Siapa yang mau pasang? OBU biasa cuma Rp200 ribu,” ujarnya.

Jika alat tersebut diuji coba, maka harus ada jaminan bahwa sistem tersebut akan digunakan di Jakarta. Karena itu, dirinya menolak sistem tersebut.

“Saya tidak mau Jakarta jadi tempat uji coba barang-barang baru yang belum terbukti dipakai. Negara Eropa pakai teknologi Norwegia dan Swedia. Kita mau pilih yang semua negara pakai,” pungkasnya. (ugo)

Oleh Angkasa Yudhistira | Okezone 

Comment Here