Anak 9 Tahun Jatuh di Sekolahan

foto : ilustrasi

SURABAYA – Angpao888.com : Kota Surabaya sore tadi sempat terjadi hujan lebat. Seorang temanku memberitahukan via telpon di Surabaya bahwa anaknya jatuh di sekolahan pagi hari sewaktu masuk sekolah.

Kronologi Cerita

Kejadian berlangsung di lapangan basket. Lapangan basket ternyata basah ada airnya dan menjadi licin. Anaknya yang berumur 9 tahun masih sekolah SD terpeleset dan kepala membentur kursi tanam yang di cor semen dan dialasi keramik, sehingga menyebabkan sobek sepanjang 5 cm diatas kelopak mata kiri. Ngeri liatnya.

Kejadian terjadi sekitar pukul 7.30 – 8.00 pagi ditempat.

Ternyata begitu masuk di Rumah Sakit di Surabaya tadi, biayanya mahal juga, yakni senilai Rp. 27 juta lebih. Katanya di operasi plastik supaya tidak berbekas. Anaknya setiba dirumah masih muntah – muntah.

Yang lucu adalah pihak sekolah datang ke rumah sakit dan tanpa menyampaikan prihal yang jelas kepada orang tua anak yang kena musibah. Pihak sekolah mengeluarkan asuransi manulife yang katanya hanya senilai sekitar Rp. 3 juta. Pihak yang punya yayasan sekolahan ditelpon 3 kali gak nyaut dan karena ditelpon terus – terusan, akhirnya baru nyaut hp dengan mengatakan bahwa ia tak tahu dan besok saja bicaranya. Pihak sekolah mengakui bahwa mereka memakai petugas kebersihan out sourcing.

Biasanya kalau kita pergi Mall dan ada pengepelan lantai, maka sering ada tanda yang diberitahukan dilantai bahwa lantai basah atau “WET FLOOR”.

Mendengarkan hal seperti itu, beberapa teman koleha dan pegawai RS yang tak mau disebutkan namanya berkomentar bahwa seharusnya pihak sekolahan tanggung jawab semua karena kejadiannya di sekolahan. Namun apa daya, sepertinya mereka tak mau tanggapi dengan baik. Kejadian ini dianggap accident yang sudah biasa terjadi. Tragis ya. Apakah ini menjadi preseden yang terus akan terjadi kelak ?. Bayangkan kalau orang tuanya berada diluar kota atau malah tak mampu membayar dengan biaya yang cukup mahal ?.

Ada suatu pengalaman, adik sepupuku sekolah di Ausie. Tahun lalu terjadi patah tulang akibat panco iseng sama temannya. Ternyata begitu masuk Rumah Sakit, semua biaya ditanggung asuransi dengan bantuan pihak sekolahan.

Lalu buat apa ya kalau kita bayar sekolah mahal untuk anak kita ?. Sebenarnya berapa persen yang disisihkan untuk asuransi keselamatan anak ketika ada sesuatu hal yang tidak terduga terjadi pada anak kita ?. Agaknya kita semua harus bisa prihatin atas apa yang terjadi karena baik dan buruknya suatu kejadian selalu ada hikmahnya. Yang jelas pihak yang dirugikan mestinya mendapatkan suatu pertanggung jawaban yang kongkrit dari pihak sekolahan, apalagi hal ini terjadi pada anak umur 9 tahun.

Kasus penganiayaan anak – anak “Panti Asuhan Samuel” saja belum tuntas dan ternyata timbul masalah anak jatuh dan tidak mendapatkan perawatan dan pertanggung jawaban yang baik. Memang membuat miris hati bila melihatnya langsung.

Oleh The Steven Eric Lazuardi

Note: foto asli tidak disebarkan dulu sebelum ada kejelasan yang akurat.

Comment Here