Anejakulasi, Saat Pria Tak Bisa Ejakulasi Meski Sudah Mencapai Orgasme

foto: Ilustrasi (Foto: thinkstock)

Jakarta – Angpao888.com : Umumnya pria akan mengalami ejakulasi atau keluarnya air mani dari penis yang mungkin mengandung sperma setelah orgasme. Namun ada pula sebagian yang tak mengalaminya, yang disebut sebagai anejakulasi. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan anejakulasi?

 

Dilansir About Men, Sabtu (18/1/2014), anejakulasi merupakan saat di mana seorang pria tidak bisa mengalami ejakulasi setelah ia mencapai orgasme. Kondisi ini kerap dianggap sebagai masalah besar bagi pria karena beberapa mengeluh merasa seperti ejakulasi, meskipun faktanya tidak.

 

Penyebab utama anejakulasi di antaranya riwayat pembedahan prostat, kandung kemih atau perut, sebab hal tersebut dapat berisiko merusak saraf panggul. Selain itu, anejakulasi juga bisa muncul akibat prostatitis (peradangan pada kelenjar prostat); kondisi-kondisi yang mempengaruhi sistem saraf seperti penyakit Parkinson, multiple sclerosis, diabetes, cedera tulang belakang dan penyumbatan parsial uretra.

 

Untuk mendiagnosis anejakulasi, dokter biasanya akan meminta sampel urine yang diambil segera setelah pria mencapai klimaks seksual. Analisis ini dilakukan untuk memeriksa apakah urine mengandung sperma. Jika tidak ada sperma yang ditemukan, maka diagnosisnya adalah anejakulasi. Sementara jika ditemukan masih ada sperma, maka diagnosis yang dibuat adalah ejakulasi retrograde.

 

Dalam kondisi ejakulasi retrograde, air mani mengalir ke dalam kandung kemih pada saat orgasme, sehingga hanya sedikit atau tidak ada sperma sama sekali yang dikeluarkan melalui penis.

 

Sebagai tindakan pengobatan, anejakulasi yang muncul karena penyumbatan parsial uretra dapat diatasi dengan pembedahan, meskipun sebenarnya jarang terjadi. Namun jika anejakulasi muncul karena infeksi seperti prostatitis, maka dapat diobati dengan cara lain.

 

Yang perlu diingat, pria dengan kondisi anejakulasi bukan berarti tak bisa memiliki anak. Mereka masih bisa memiliki keturunan dengan menggunakan metode teknologi reproduksi, antara lain dengan biopsi testis dan dengan vibrator /stimulasi listrik. Kemungkinan efek samping termasuk perdarahan, pembengkakan testis dan infeksi, namun biasanya ringan dan tak berlangsung lama.

 

Anejakulasi dapat menyebabkan pria mengalami depresi, terutama ketika ia tidak mengerti apa yang terjadi. Membahas masalah ini dengan dokter spesialis dan terapis psikoseksual dapat membantu meringankan beban mental yang dialami pria dengan anejakulasi. Oleh sebab itu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika mengalami kondisi ini.

(ajg/vit) – Detik.com

 

Comment Here