Apa Lagi yang Bisa Diharapkan dari Ketua Umum Golkar ARB?

Ilustrasi (Foto : Antara/Yusran Uccang) | Dibaca 26

JAKARTA – Angpao888.com : Pasca Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, 9 Juli 2014 lalu, Partai Golkar bergejolak karena capres yang didukungnya, Prabowo-Hatta, kalah berdasarkan hasil hitung cepat.

Kredibilitas Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (ARB) menjadi dipertanyakan, lantaran Golkar meraup suara terbanyak kedua di Pemilu Legislatif, 9 April 2014 lalu, tapi tak dapat memposisikan dirinya sebagaimana mestinya.

“Di Pileg kita kalah, ARB gagal jadi capres maupun cawapres, dan kita hanya bisa jadi jurkam (juru kampanye) untuk kader partai yang perolehan suaranya lebih kecil dari Golkar. Itupun kita kalah sesuai hitungan cepat,” keluh Ketua DPD I Golkar Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh kepada Metrotvnews.com, Sabtu (12/7/2014).

Seharusnya, kata Anwar, yang juga Gubernur Sulawesi Barat itu, Golkar dapat mengusung capres atau cawapres pada Pilpres lalu. Namun pencalonan mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla malah tak didukung Golkar, yang nyata-nyata telah memenangkan Pilpres 2014 berdasarkan hasil hitung cepat.

Pun sikap Aburizal yang memecat dan menonaktifkan para elite partainya hanya karena alasan mendukung Cawapres Jusuf Kalla, sangat disayangkan oleh Anwar. “Langkah memecat dan menonaktifkan kader yang dilakukan DPP Golkar jelang Pilpres lalu tidak menguntungkan partai, bahkan merugikan,” terangnya.

Kini kader Golkar yang telah dipecat dan dinonakktifkan menuntut ketegasan sikap partai, atas seluruh manuver politik yang diambilnya selama musim Pileg dan Pilpres 2014. Anwar menilai sikap partai yang diputuskan Aburizal sama sekali tak menguntungkan partai. Sehingga dia menegaskan perlu adanya evaluasi terhadap seluruh keputusan partai yang dipimpin Aburizal ini.

“Pertanyaannya, apa yang masih bisa diharap dari pengurus partai seperti ini? Menurut saya perlu ada konsolidasi dan evaluasi menyeluruh di internal Golkar,” tukasnya.(Ydh)

Oleh Laela Zahra | Metrotvnews.com 

Comment Here