Apakah Haram Melakukan Masturbasi atau Seks dengan Alat dalam Islam?

Prof Dr Quraish Shihab | Dibaca 58

Dewan Pakar
Prof Dr Quraish Shihab
Direktur Pusat Studi Al-Quran.

Tanya:

Apa hukumnya melakukan seks dengan alat bantu seks sedangkan orang tersebut belum mampu menahan hasrat seksualnya? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

(Mnur39)

Jawab:

Apa yang Anda tanyakan itu termasuk masturbasi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “masturbasi” diartikan sebagai “proses memperoleh kepuasan seks tanpa berhubungan kelamin”. Tentu saja definisi ini dapat mencakup banyak cara sehingga tidak mudah menjawab pertanyaan Anda secara hitam putih-boleh atau tidak.

Pada prinsipnya Alquran mencela siapa pun yang menyalurkan kebutuhan seksualnya kepada bukan pasangannya yang sah dan budak-budak perempuannya (baca QS Al-Mu’minun [23] 5-6). Tentu saja yang dimaksud dengan budak perempuan adalah pada masa lalu ketika budak perempuan masih ada. Banyak ulama yang memahami ayat ini menyatakan: Jika hanya dua cara itu yang dibenarkan, maka semua cara lainnya tidak dibenarkan, termasuk menyalurkan kebutuhan seksual melalui diri sendiri. Mereka juga meriwayatkan hadits yang menyatakan: “Terkutuk siapa yang menikai tangannya.”

Tapi ulama lain, seperti Imam Ahmad bin Hanbal, salah seorang tokoh mazhab Sunni kenamaan, berpendapat bahwa mencari kepuasan seksual melalui upaya sendiri sampai terjadinya orgasme dapat dibenarkan jika dibutuhkan. Itu, menurut logikanya, serupa dengan mengeluarkan sesuatu yang ada dalam diri seseorang, katakanlah seperti berbekam.

Pendapat tersebut sangat longgar, karena itu sebagian ulama kendati membolehkannya, menetapkan beberapa syarat: 1) Yang bersangkutan tidak memiliki pasangan hidup, karena tidak mampu menikah. 2) Takut terjerumus dalam haram. 3) Tidak untuk tujuan memperoleh kelezatan, tetapi untuk menyalurkan dorongan berahi yang sangat kuat. Dan 4) Hanya dilakukan sekali-sekali.

Demikian, wallahu a’lam.

( rmd / rmd )

Oleh Alifmagz | Detik.com 

Comment Here