Beras Zakat Fitrah dari Masjid Istiqlal Dijualbelikan di Depan Masjid

Beras Zakat Fitrah Istiqlal | Detik | Dibaca 12

JAKARTA – Angpao888.com : Pengelola Masjid Istiqlal membagikan beras zakat fitrah kepada ribuan jamaah. Sejumlah orang pun menjual-belikan jatah beras yang didapatnya. Salah satu yang menjual berasnya adalah seorang bapak tua renta, Hadi (80) yang datang sendirian. Ia menjual jatah berasnya seharga Rp 25 ribu kepada perempuan muda yang tidak kebagian zakat fitrah.

“Tadi dapat 1 plastik terus ada kawan yang ngasih 1 lagi. Ada yang nawar untuk beli. Satunya 25 ribu jadi 50 ribu,” kata Hadi di depan pintu Masjid Istiqlal, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (27/7/2014).

Hadi mengaku rela menjual beras fitrah yang ia dapat karena di rumah ia hanya tinggal seorang diri dan sehari-harinya tidak pernah memasak. Pria tua yang jalannya sudah tertatih-tatih itu pun mengaku memang setiap hari datang ke Istiqlal untuk mendapatkan takjil berbuka puasa.

“Karena saya nggak pernah masak. Ya udah ada yang mau, saya jual saja. Saya tiap hari ke sini buka di sini,” aku Hadi.

Berbeda dengan Hadi, dua orang pemuda yang tak mau disebutkan namanya menjual jatah 5 Kg berasnya karena tak ingin repot. Para pemuda yang mengenakan gamis itu menjual beras zakat fitrahnya seharga Rp 20 ribu/kantong beras kepada pedagang plastik yang berjualan di depan pintu masuk Masjid.

“Habis berat, makanya dijual,” tukas pemuda bergamis cokelat dengan peci putih di lokasi yang sama.

Usai menerima uang hasil menjual berasnya, 2 pemuda tersebut langsung buru-buru pergi. Sang pembeli beras bernama Dewi asal Tangerang yang sehari-harinya berjualan kantong plastik di Masjid Istiqlal.

“Iya saya beli habisnya nggak dapet. Berasnya saya lihat bagus makanya saya beli,” Dewi menuturkan.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, satu keluarga asal Depok memburu beras fitrah dari orang-orang yang mau menjualnya. Keluarga Ibu Butet ini juga mengaku membeli beras-beras tersebut karena tidak kebagian jatah zakat fitrah.

“Kita datang belakangan jadi nggak kebagian,” aku Butet sambil menggendong anaknya yang masih berusia 2 bulan itu.

Butet menunggu di teras Masjid bersama suami dan dua anaknya. Sementara itu satu orang anaknya lagi yang sudah remaja berkeliling mencari orang-orang yang mau menjual berasnya.

“Ini dapat 5 (kantong beras), lumayan lah,” tutup Butet tersenyum sambil menunjukkan tumpukan beras yang berhasil ia beli.

Oleh Elza Astari Retaduari | Detik 

Comment Here