Boleh Berikan Pelajaran Seks ke Anak, Asalkan Jangan Keliru

foto: Soal UAS Penjaskes untuk kelas V SD di Serang (Foto: Batur Parisi/Sindo TV)

 

JAKARTA – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Lopang di wilayah Kota Serang, Banten ditemukan adanya pertanyaan di soal ujian akhir semester (UAS) mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) kelas V SD tentang hubungan seks.

Menanggapi hal itu, Psikolog Universitas Indonesia (UI) Seto Mulyadi mengatakan, hal tersebut diperbolehkan tapi harus dijelaskan agar para siswa tidak keliru.

“Itukan soal biologi kesehatan, dan perlu diketahui oleh anak. Tapi bagaimana cara kita menjelaskan agar tidak keliru nantinya,” ujar Kak Seto sapaan akrab Seto Mulyadi, saat berbincang dengan Okezone, Kamis (12/12/2013).

 

Aplikasi sex untuk anak

Selain itu, kata Kak Seto, harus dilakukan evaluasi terhadap para pengajar dan pembuat naskah ujian tersebut.

“Jangankan anak SD, anak TK pun perlu diberi pelajaran untuk mencegah terjadinya hal itu. Makanya dikaitkan untuk menjaga keselamatan anak termasuk melindungi diri sendiri, dan sekarang bagaimana kontaksional dari naskah ujian tadi,” tuturnya.

Pelajaran tersebut, kata dia, agar anak-anak waspada kemungkinan adanya pelecehan seksual.

Sebelumnya, Siswa di SDN Lopang dikejutkan dengan ditemukannya pertanyaan di soal ujian akhir semester (UAS) mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) tentang hubungan seks.

Berdasarkan pantauan, setidaknya ada tujuh soal UAS yang mengandung unsur seks. Soal ujian tersebut tersebar di SD di Kota Serang, Banten.

Selain itu, guru SDN Lopang, Ida, membenarkan adanya soal yang tidak layak dikerjakan oleh siswa SD itu. Untuk di SDN Lopang, ujian Penjaskes akhirnya diganti dengan Bahasa Sunda.

Beruntung soal-soal tersebut belum sampai diberikan kepada siswa, sehingga mereka belum mengetahui masalah ini.
(cns) – Okezone.com

 

Baca Juga

 

 

Dibaca
Website counter

 

Comment Here