Cerita di balik makna Salam 3 jari Jokowi

Jokowi pidato di atas kapal pinisi. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman | Dibaca 42

JAKARTA – Angpao888.com : Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato kemenangannya di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (22/7) malam. Sebagai penutup dia sempat menyampaikan untuk melupakan atribut nomor kampanye dan kembali bersatu usai pelaksanaan pemilu presiden 2014.

“Kita kuat karena bersatu, kita bersatu karena kita kuat. Salam tiga jari, Persatuan Indonesia,” ucap Jokowi sambil mengacungkan tiga jari.

Juru bicara tim pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) Anies Baswedan menjelaskan mengenai makna dari salam tiga jari yang dimaksudkan oleh Jokowi. Dia mengungkapkan, salam tiga jari adalah perwujudan dari sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia.

“Sila ketiga kita itu kan persatuan Indonesia. Biar lebih mudah maka jadi salam tiga jari,” ungkapnya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (23/7).

Dia menambahkan, tidak hanya melambangkan sila ketiga Pancasila saja. Karena Jokowi ingin memastikan bahwa pemilu presiden yang telah selesai baik proses kampanye, pemilihan dan perhitungan suara.

“Ingin memastikan bahwa Pilpres sudah selesai dan kita semua tidak lagi berbicara mengenai nomor satu dan dua,” tutup Rektor Universitas Paramadina nonaktif ini.

Sebelumnya, Jokowi juga meminta agar embel-embel nomor satu dan dua sebagai identitas capres tak dibawa-bawa lagi. Menurutnya, simbol itu hanya berlaku sementara, tetapi ke depan semua rakyat harus bersatu.

“Lupakanlah nomor satu dan nomor dua. Mari kembali ke Indonesia yang satu, Indonesia Raya,” kata mantan wali kota Solo itu.

Jokowi juga yakin bersama JK bisa menjadikan Indonesia lebih berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkepribadian secara budaya. Dia ingin kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan anak bangsa.

“Inilah saatnya bergerak bersama. Mulai sekarang petani kembali ke sawah, nelayan kembali ke laut, anak-anak kita kembali ke sekolah, pedagang kembali ke pasar, buruh kembali ke pabrik dan karyawan kembali bekerja ke kantor,” jelasnya.

Oleh Fikri Faqih | Merdeka.com 

Comment Here