Desakan agar Ical Mundur Sebagai Ketum Golkar Kian Keras

Aburizal Bakrie | Harian Terbit | Dibaca 30

JAKARTA – Angpao888.com : Politisi senior Partai Golkar, Zainal Bintang bersama Organisasi Masyarakat (Ormas) Tri Karya Golkar mendesak dipercepatnya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar selambat-lambatnya 4-8 Oktber 2014, guna menggantikan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (Ical) dengan tiga orang pilihan Tri Karya Golkar.

“Munaslub Golkar dipercepat. Menurut Anggaran Dasar Pasal 30, siklus kepemiminan 5 tahunan sebelumnya 4 Oktober 2009. Kenapa mau dipercepat September, situasi Golkar sedang genting memaksa ada langkah pemecatan (kader yang menduduki kursi DPR) melanggar Anggaran Dasar. Penetapan capres dalam Rapimnas gagal capers dan cawapres. Golkar jadi terpuruk, harus ada langkah penyelamatan terhadap rezim,” kata Zainal Bintang saat dihubungi kemarin.

Pihaknya menyatakan calon ketua Golkar selanjutnya adalah mereka yang tidak terlibat masalah korupsi dan hukum. Bahkan dia mengaku jika dirinya pantas menggantikan Ical disampaing Agung Laksono dan Agus Gumiwang Kartasasmita yang memang digadang-gadang oleh Tri Karya sebagai calon Ketum yang baru.

“Saya sebagai kader Golkar mengatakan calon Ketua Umum Golkar haruslah figur bersih dari korupsi dan kolusi dan masalah hukum kami upayakan meminta kepada KPK agar kader-kader Golkar yang terindikasi korupsi langsung diperiksa. Jangan sampai maju jadi calon ketua umum,” ungkapnya.

Lebih lanjut Zainal menampik tudingan adanya dikotomi tua dan muda. Menurutnya pemimpin muda belum tentu baik. Dia mencontohkan beberapa kader Golkar yang disangkut-pautkan dalam sejumlah kasus yang ditangani oleh KPK dan juga mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum yang menjadi tersangka kasus korupsi. Bahkan untuk kader yang terindikasi terlibat dalam kasus tersebut akan disingkirkan dari partai warisan Orde Baru tersebut.

Mantan politisi Partai Golkar, Poempida Hidayatulloh menilai wacana Munas Partai Golkar yang mengemuka saat ini sangatlah tepat. Menurutnya dorongan Munas mulai dikemukakan para pengurus Partai Golkar di berbagai daerah.

“Bagi saya, pelaksanaan Munas Golkar lebih cepat lebih baik,” ujar Poempida kepada Harian Terbit.

Menurut Poempida, dorongan Munas kali ini bukanlah tanpa sebab. Suara-suara di daerah selama ini kecewa dengan kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar yang dinilainya gagal mengemban amanat Partai. Selain itu, faktor lainnya adalah sikap DPP Partai Golkar yang justru memutuskan berkoalisi dengan capres-cawapres
Prabowo-Hatta pada Pilpres 2014.

“Padahal, hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Mei lalu, Ketua Umum DPP Golkar diberikan mandat penuh dengan harapan membangun koalisi dengan partai pemenang pemilu, PDI Perjuangan,” tegas Poempida yang juga juru bicara cawapres Jusuf Kalla ini.

Saat disinggung DPD Golkar mana saja yang mendorong Munas Golkar, Poempida enggan menyebutkannya.

Dia hanya menegaskan bahwa banyak daerah mendesak segera digelar Munas. “Ya sudah banyaklah pengurus Golkar yang mendesak segera digelar Munas Golkar sebelum Oktober,” pungkasnya.

Oleh Angga/Luki | Harian Terbit 

Comment Here