Dibanding Kemoterapi, Transplantasi Dinilai Dokter Lebih Efektif Atasi Kanker Hati

ilustrasi (dok: Thinkstock) | Dibaca 12

Laporan dari Singapura

SINGAPURA – Angpao888.com : Jika selama ini pasien kanker cenderung memilih kemoterapi untuk pengobatan, maka untuk kanker hati transplantasi donor dianggap lebih menguntungkan. Apa sebabnya?

“Kemoterapi tidak bisa menghilangkan kanker, misalnya pada 5-10 tahun ke depan. Tindakan tersebut hanya mengontrol dan menghilangkan sementara, kalau mau lebih efektif lebih baik transplantasi melalui operasi,” ujar Dr Lee Kang Hoe, Respiratory Physician & Intensivist, Asian American Liver Centre.

Hal tersebut diungkapkannya saat berbincang dengan detikHealth di Gleneagles Hospital, Singapura dan ditulis Minggu (18/5/2014).

Transplantasi Donor Hidup atau The Living Donor Liver (LDLT) dianggap lebih efisien karena masa tunggu saat ini bagi donor hari dari jenazah seringkali terlalu lama, sehingga tidak menguntungkan pasien dengan penyakit yang perkembangannya dianggap cepat.

“Hati itu kan terdiri dari dua bagian, yaitu kiri dan kanan. Tak selalu seluruhnya, yang didonor bergantung kondisi pasien, bisa diambil salah satu bagiannya saja,” terang Dr Lee, yang merupakan lulusan University of Cambridge, Inggris, ini.

Dengan melakukan transplantasi hati, maka penyakit seperti kanker, sirosis (akibat hepatitis B), fatty liver dan tumor hati jinak bisa lebih besar kemungkinannya untuk diringankan perkembangannya.

“Benar, sebab kalau dilakukan kemoterapi saja kan berarti hanya menghilangkan satu titik saja. Dia (sel kanker) masih punya kesempatan untuk menjalar dan berkembang di area lain,” terangnya. (ajg/up)

Oleh Ajeng Annastasia Kinanti | Detik.com  

Comment Here