Dituntut Rp 100 Juta, Mengapa dr Bambang Dibui 1,5 Tahun karena Malpraktik?

Gedung Mahkamah Agung (ari saputra/detikcom)| Dibaca 13

JAKARTA – Angpao888.com : Jaksa hanya menuntut dr Bambang Suprapto SpBMSurg dengan pidana denda Rp 100 juta. Sempat dilepaskan di pengadilan tingkat pertama, dr Bambang dipidana 1,5 tahun di tingkat kasasi.

Vonis itu dijatuhkan tiga hakim agung yaitu Dr Artidjo Alkostar sebagai ketua majelis dengan anggota Prof Dr Surya Jaya dan Dr Andi Samsan Nganro. Vonis itu dijatuhkan karena dr Bambang meninggalkan benang jahitan di perut yang menyebabkan pasiennya, Johanes Tri Handoko, meninggal dunia. Selidik punya selidik, dr Bambang ternyata tidak mempunyai izin berpraktik di RS DKT Madiun.

“Status Terdakwa pada RS DKT Madiun hanyalah sebagai dokter tamu. Terdakwa sama sekali tidak mempunyai surat izin praktik untuk berpraktik di RS DKT Madiun. Ini berarti Terdakwa tidak berhak melakukan tindakan medis lebih jauh, termasuk operasi,” kata majelis seperti tertuang dalam salinan kasasi yang dilansir website MA, Kamis (10/7/2014).

Menurut majelis, seharusnya dr Bambang merujuk ke dokter lain di RS DKT Madiun yang lebih ahli dan profesional. Atas kejadian itu, RS DKT baru melarang dr Bambang praktik belakangan.

“Namun apa boleh dikata, Terdakwa sudah menimbulkan korban terhadap pasien yaitu adanya kesalahan dalam operasi usus yang menyebabkan kebocoran usus,” papar
majelis dalam vonis yang dibacakan pada 30 Oktober 2013 lalu.

Berdasarkan fakta yang terungkap di pengadilan, dr Bambang hanya mempunyai izin praktik di rumahnya saja. Izin ini hanya berlaku untuk satu tempat.

“Terdakwa hanya membayar retribusi Rp 300 ribu untuk praktik di rumahnya, sedangkan untuk praktik di RS DKT Madiun tidak dibayar terdakwa sehingga Dinas Kesehatan Kota Madiun hanya mengeluarkan sura izin praktik di rumah terdakwa,” ujarnya.

Oleh Andi Saputra | Detik.com
 

Comment Here