Dua Capres Saling Klaim, Ahok Teringat Jiwa Kesatria Foke

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di kediamannya, di Pantai Mutiara, Jakarta Utara | Kompas.com/Kurnia Sari Aziza | Dibaca 69

JAKARTA – Angpao888.com : Sambil memantau hitung cepat, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku waswas melihat dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang saling klaim kemenangan.

Sebab, menurut dia, saling klaim itu dapat memunculkan konflik horizontal antar-pendukung. Kondisi itu membuatnya mengenang kembali saat Pilkada DKI 2012 lalu. Basuki mengenang sikap mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang berani mengakui kekalahan pada putaran kedua Pilkada DKI.

“Sekarang ini situasinya beda sekali. Kalau dulu pas Pilkada DKI, Pak Foke (Fauzi Bowo) gentle, berani mengakui kemenangan Jokowi-Ahok, langsung mengucapkan selamat kepada lawan,” kata Basuki di kediamannya, di Pantai Mutiara, Jakarta Utara, Rabu (9/7/2014).

Terlebih lagi, kata dia, Foke langsung memutuskan tidak akan menggugat hasil real count KPU atas Pilkada 2012 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Selain itu, lanjut Basuki, Foke lahir dari keluarga yang terdidik sehingga pendidikan politik yang diterimanya baik. Sikap kesatria Foke itu seharusnya dituruti oleh dua pasangan calon presiden.

Seharusnya, kata kader Partai Gerindra itu, kedua pasangan calon tidak terlalu terburu-buru mengklaim kemenangan dan menunggu hasil KPU. “Quick count itu kan tipis, banyak erornya pula. Pemilu di Inggris dan Australia saja tidak percaya lembaga survei karena gampang dicurangi,” kata Ahok, sapaan Basuki.

 

Mimpi Ahok Memiliki Presiden yang Peduli dengan Jakarta

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengharapkan presiden terpilih nanti seperti mantan Presiden Soekarno. Soekarno, kata dia, punya keinginan membangun Indonesia dan Jakarta.

“Siapa pun presiden tidak ada masalah. Akan tetapi, saya pribadi memimpikan seorang yang membangun dengan hati. Seperti Soekarno, punya keinginan membangun Indonesia dan Jakarta. Sebab, kami mempunyai beberapa program besar yang perlu koordinasi yang baik dengan pusat,” ujar Basuki di Muara Karang, Jakarta Utara, Rabu (9/7), seperti dikutip dari harian Kompas.

Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, Pemprov DKI Jakarta mengharapkan masuknya babak baru hubungan pemerintah pusat dan daerah. Pemimpin baru diharapkan konsisten membangun kerja sama yang selama ini kurang maksimal.

Selama ini, kata dia, pemerintah pusat belum pernah melibatkan DKI dalam rapat kabinet yang membahas masalah kota. Padahal, ada banyak program besar yang akan digenjot Pemprov DKI, di antaranya percepatan sistem transportasi massal terintegrasi, pengembangan Jakarta sebagai pusat logistik nasional, juga mempercepat pembangunan stasiun pengisian bahan bakar gas.

Untuk sistem transportasi, Basuki menuturkan rencana adanya peleburan kereta komuter PT KAI dengan proyek mass rapid transit (MRT). Menurut Basuki, peleburan ini akan memudahkan dan menguntungkan kedua belah pihak.

Sementara itu, untuk pengembangan Jakarta sebagai pusat logistik nasional merupakan sebuah proyek besar. Menurut rencana, program ini akan menggabungkan beberapa perusahaan yang memiliki basis industri yang sama.

”Seperti Singapura, program ini perlu didukung dengan moda transportasi yang memadai. Oleh karena itu, kami juga berencana membangun pelabuhan dan bandar udara baru. Semua ini tentu butuh dukungan dan persetujuan pusat,” kata Basuki.

Sumber : Kompas.com 

Comment Here