Empat Penyebab Utama Masalah Jantung

foto: Jantung | SHUTTERSTOCK

 

JAKARTA – Angpao888.com : Penyakit jantung masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Pada wanita, penyakit degeneratif ini tercatat membunuh satu dari empat wanita. Artinya, penyakit jantung tiga kali lebih mematikan daripada kanker payudara.

Meski termasuk ke dalam penyakit degeneratif, penyakit ini juga berisiko timbul pada usia yang relatif muda. Oleh karena itu, jangan pernah anggap sepele penyakit ini. Kenali beberapa penyebab utama dari permasalahan jantung untuk mengetahui bagaimana cara mencegahnya.

1. Penyakit kardiovaskular
Permasalahan pada jantung dan pembuluh darah merupakan penyebab penyakit jantung yang utama. Penyakit kardiovaskular termasuk penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan permasalahan katup jantung. Menurunnya fungsi jantung dan pembuluh darah biasanya dikaitkan dengan penuaan. Salah satu faktor percepatan penuaan pada pembuluh darah adalah konsumsi gula yang berlebihan.

2. Kolesterol
Kolesterol merupakan lemak yang dibentuk di hati dan disirkulasikan di dalam aliran darah. Kolesterol terdiri dari dua jenis, yaitu high density lipoprotein (HDL) yang merupakan kolesterol “baik” pelindung jantung, dan low density lipoprotein (LDL), yang merupakan kolesterol “jahat”. Dikatakan demikian karena kolesterol ini dapat membentuk plak di arteri sehingga lama-kelamaan akan mengakibatkan penyumbatan.

Cara mengurangi kadar kolesterol “jahat” dan memperbanyak kolesterol “baik” adalah dengan menghindari konsumsi makanan berlemak jenuh, tetapi meningkatkan makanan berlemak tak jenuh semisal omega 3, seperti minyak ikan, omega 6 seperti kedelai, dan omega 9 seperti minyak zaitun, serta berolahraga teratur tidak kurang dari 150 menit per minggu.

3. Sindrom metabolik
Sindrom metabolik adalah sebuah kondisi yang berbahaya karena berhubungan dengan tekanan darah tinggi, lemak perut yang berlebihan, peningkatan gula darah, dan kolesterol yang tidak normal. Kondisi ini akan memicu penyakit jantung pada usia muda sekitar 20-39 tahun. Namun, sindrom metabolik bisa dicegah dan diperbaiki melalui diet dan olahraga.

4. Trigliserida
Kadar trigliserida umumnya sangat berhubungan dengan kadar kolesterol sehingga pengukurannya pun biasanya bersamaan dengan kolesterol. Trigliserida merupakan bentuk penyimpanan energi tubuh. Jika tidak kunjung digunakan atau dibakar, kadarnya akan meningkat dan memperbesar risiko penyakit jantung.

 

Ukuran-lingkar-perut

SHUTTERSTOCK

Deteksi Risiko Penyakit Jantung Lewat Lingkar Perut

Berkumpulnya lemak di bagian perut bisa menjadi faktor risiko penyakit jantung yang wajib diwaspadai. Tumpukan lemak di perut sehingga Anda berbentuk seperti apel, memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang lemaknya terkonsentrasi pada pinggul dan paha, bak buah pir.

Menurut Dr.Grace Judio-Kahl, pakar gizi, yang dimaksud dengan perut buncit adalah bentuk perut yang membulat. “Jadi bukan sekedar tumpukan lemak di pinggang,” katanya dalam seminar bertajuk Yang Perlu Diketahui Wanita tentang Kesehatan Jantung di RS.Bunda Jakarta, Rabu (26/6/13).

Orang yang memiliki tumpukan lemak di perut cenderung mengalami gangguan aliran darah ke seluruh bagian tubuh yang merupakan tolak ukur kinerja jantung. “Makin besar lingkar perut seseorang, risikonya terkena penyakit jantung makin besar,” katanya.

Ukuran lingkar perut pada pria yang perlu diwaspadai adalah lebih besar dari 90 cm, sedangkan pada wanita jika lebih besar dari 80 cm. Menurut Grace, ukuran tersebut berlaku pada semua tinggi badan.

Ia menjelaskan, parameter tersebut menandakan kandungan lemak dalam (visceral) pada seseorang. “Lemak ini sedikit berbeda dengan lainnya karena lemak visceral bisa beranak pinak dan mengeluarkan kurang lebih 200 macam protein. Protein ini bisa meningkatkan timbunan plak dalam saluran darah dan menghambat pada aliran darah,” kata dokter dari klinik penurunan berat badan Shape-Up Indonesia ini.

Kelebihan lemak sebaiknya jangan dibiarkan. “Segera kurangi asupan kaya lemak dan sering latihan fisik. Gabungan keduanya efektif mengecilkan lingkar perut,” kata Grace.

Olahraga yang dilakukan secara rutin akan mengurangi jumlah cadangan lemak dalam tubuh. Selain itu kita juga perlu mengetahui jumlah kalori yang terkandung dalam setiap makanan. Makanan yang sebenarnya tidak mengenyangkan bisa jadi mengandung kalori tinggi.

Grace mencontohkan satu donat goreng dengan kandungan 300 kalori setara 6 dada ayam rebus atau kukus. Jumlah kalori ini juga setara dengan semangkuk kecil nasi, sayur, dan lauk 2 potong dada ayam kecil.

Dari ketiga jenis makanan tersebut pilihan nasi, sayur, dan lauk lebih mengenyangkan dan tidak memiliki kandungan kalori berlebih dibanding jika makan sebuah donat yang manis.

Sumber: Tribunnews.com

 

Comment Here