Harga Produk Panasonic Bakal Naik Akibat Pelemahan Rupiah

Dibaca
Website counter

Angpao888.comJAKARTA – PT Panasonic Gobel Indonesia berencana menaikkan harga jual produk karena merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Rachmat Gobel, Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia, mengatakan depresiasi rupiah memberatkan pos laba rugi selisih kurs di neraca keuangan perusahaan.

Selama ini, perusahaan mengimpor produk-produk elektronik menggunakan mata uang dolar AS, lantas menjualnya dengan mata uang Garuda.

Rachmat tidak tahu pasti besaran penaikan harga jual produk Panasonic nantinya.

“Saya belum tahu akan naik berapa persen. Yang pasti, disesuaikan dengan depresiasi rupiah,” katanya kepada Bisnis, Sabtu, (21/12/2013).

Menurut Rachmat, tidak hanya depresiasi rupiah yang membebani kinerja keuangan perusahaan, penyelundupan barang elektronik pun demikian.
Produk-produk Panasonic yang dijual di Indonesia antara lain televisi plasma, kamera, AC, kulkas, dan mesin cuci.

“Sebenarnya, yang paling mengganggu perusahaan adalah penyelundupan barang-barang ke dalam negeri,” ujarnya.

Oleh Gloria Natalia Dolorosa – Bisnis.com

 

Dolar Naik, Harga Barang Elektronik Melejit

 

Dampak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika serikat membuat harga barang-barang elektronik naik hingga 20%. Kenaikan harga ini mempengaruhi minat beli masyarakat sehingga pedagang elektronik mengeluhkan sepinya pembeli.

Pedagang barang elektronik di kawasan Palmerah Jakarta Selatan mengaku harus merasakan imbas dari melemahnya nilai rupiah. Harga barang elektronik naik antara 10-20% persen yang berdampak pada keuntungan penjualan yang menipis dan sepinya kunjungan pembeli.

Hendri, salah seorang pedagang mengakui kenaikan harga mulai banyak dikeluhkan para pembeli. Terlebih lagi, perubahan yang terjadi lumayan cukup drastis.

“Apalagi untuk langagan kami biasnaya tukang kredit kami berikan harganya pas-pasan, Tapi sekarang sudah tak bisa lagi,” kata Hendri.

“Untuk kenaikan sih hampir 15%, untuk barang elektronikanya hampir semuanya,” ujar pedagang Lainnya, Linda mengatakan,

Harga barang elektronik yang mengalami kenaikan cukup besar ini mempengaruhi minat dan daya beli masyarakat. Sebagian orang kini lebih memilih membeli barang kebutuhan hidup sehari-hari ketimbang membeli barang elektronik terbaru.

“Beban banget apalagi kalau buat mahasiswa. Harga jadi naik lumayan karena harganya naik,” kata Silvi, salah seorang konsumen.

Barang elektronik yang kebanyakan barang impor merupakan salah satu barang yang terdampak akibat anjloknya rupiah terhadap dollar karena naik turunnya harga disesuaikan dengan kurs rupiah terhadap dolar AS.(Shd)

Oleh Tim Liputan SCTV

 

Comment Here