Jalan Panjang Menjerat Dokter Malpraktik yang Pasiennya Mati karena Usus Bocor

Gedung Mahkamah Agung (ari saputra/detikcom) | Dibaca 295

JAKARTA – Angpao888.com : Butuh waktu sedikitnya 4 tahun untuk menjerat dr Bambang Suprapto SpB MSurg, dokter tanpa izin praktik yang buka layanan di RS DKT Madiun, Jawa Timur. Ulahnya terbongkar saat seorang pasien meninggal dunia karena ususnya bocor dengan bukti benang hitam tertinggal di perut pasien.

Berikut kronologi kasus yang mengakibatkan pasien Johanes Tri Handoko meninggal dunia sebagaimana tertuang dalam putusan kasasi yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Kamis (10/7/2014):

21 Oktober 2007
Johanes datang ke RS DKT Madiun. Dari hasil diagnosa, Johanes diduga menderita tumor pada usus dan Johanes merujuk untuk operasi.

25 Oktober 2007
dr Bambang melakukan operasi pengangkatan tumor dan melakukan penyambungan usus secara langsung. Setelah selesai operasi, Johanes lalu dipindah ke sel rawat inap. Tapi pasien merasa kesakitan terus menerus dan perutnya kembung.

2 November 2007
Johanes dirujuk ke RS RKZ Surabaya. Karena kamar penuh, Johanes lalu dipindah ke RS Mitra Keluarga Surabaya dan langsung dilakukan operasi lanjutan.

2 November 2007
Operasi lanjutan pertama

4 November 2007
Operasi lanjutan kedua dengan hasil menemukan benang jahitan warna hitam yang tertinggal pada usus besar yang bocor.

20 Juli 2008
Johanes meninggal dunia karena ususnya bocor akibat infeksi dengan bukti benang hitam yang tertinggal di perut

4 Agustus 2011
Jaksa menuntut dr Bambang dengan pidana denda Rp 100 juta

6 Oktober 2011
Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun memutuskan untuk melepaskan dr Bambang Suprapto SpBMSurg.

30 Oktober 2013
MA menjatuhkan pidana penjara ke dr Bambang dengan menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan. Duduk sebagai ketua majelis Dr Artidjo Alkostar dengan anggota Prof Dr Surya Jaya dan Dr Andi Samsan Nganro.

10 Juli 2014
MA melansir putusan tersebut.

Oleh Andi Saputra | Detik.com

Comment Here