Jembatan Comal Kini Bisa Dilalui dan akibat Ambles, Tarif Bus Naik 15 Persen

Ilustrasi bus antar kota | Tribunnews

Ilustrasi bus antar kota | Tribunnews

PU Belum Jamin Operasional Jembatan Comal

Perbaikan jembatan Comal di Pemalang, Jawa Tengah, terus dikebut Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama dengan pemerintah daerah setempat. Meski menargetkan pengerjaan itu rampung pada 24 Juli atau H-3 lebaran, namun belum ada jaminan apakah pada hari itu jembatan sudah bisa digunakan.

Dirjen Bina Marga Kementerian PU Djoko Mursito mengungkapkan, hingga saat ini petugas di lapangan masih melakukan perbaikan jembatan. ”Kami usahakan Kamis nanti (24/7) sudah bisa dilewati. Saat ini kami sedang mempercepat pembangunannya,” jelasnya, Selasa (22/7).

Namun, kata dia, ketika pengerjaan sudah selesai, tidak serta-merta jembatan itu akan dibuka. Djoko menjelaskan pihaknya harus memastikan bangunan sudah kuat untuk menampung beban kendaraan. ”Kami akan buka jika sudah ada jaminan dari segi teknis jembatan itu sudah aman dilalui,” paparnya.

Kendaraan yang melintas di jalur tersebut juga akan dibatasi. Kendaraan berat seperti truk pengangkut bahan pangan atau BBM tidak diperbolehkan melintas di jembatan itu, namun harus memutar ke jalur selatan. Sementara jembatan Comal akan khusus digunakan bagi kendaraan roda dua dan mobil pribadi.

Djoko mengakui, jembatan Comal merupakan salah akses vital di jalur pantai utara (pantura) bagi pemudik yang menuju ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jika harus lewat jalur selatan, maka akan memakan waktu lebih lama.

Sekjen Organda Andriansyah mengatakan, pemerintah harus segera merampungkan perbaikan jembatan Comal. Sebab, jika melintas di jalur selatan akan menambah jauh rute perjalanan. “Selisihnya sampai 100-130 kilometer,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, ketika memutar akan membebani biaya (cost). Mau tidak mau tarif juga mengalami kenaikan karena jarak semakin jauh. “Namun tetap kami tidak akan melanggar tarif batas atas,” tuturnya. (aph/fal) (Jawa Pos)

 

Pages: 1 2 3

Comment Here