Kenali Lebih Jauh Apa yang Dimaksud dengan “Turun Berok”

foto: Mayoritas prolapsus uteri terjadi pada wanita usia 50 tahun. Tapi wanita hamil pun bisa mengalami “turun berok”

Angpao888.com : SUATU ketika di lini masa Twitter, seorang penyanyi memasang status berisikan keluhan.

Dia bilang, menyanyikan lagu-lagunya Mbak Beyonce itu susah. Susunan nadanya tinggi, liar, dan sarat teriakan. Dalam konteks bercanda, menyanyi ala Mbak Beyonce yang cenderung meneriak lirik bisa bikin “turun berok”.

Tentu saja, si penyanyi tidak serius. Tapi kami jadi berpikir, apa itu “turun berok”?

Sejumlah artikel kesehatan di dunia maya menyamakan “turun berok” dengan hernia pada pria. Yakni, keluarnya organ usus dari tempat seharusnya. Usus melorot lewat lubang locus minoris. Jika ada tekanan besar, usus bisa “brojol” melalui lubang itu. Kami mengonfirmasi arti “turun berok” kepada dr. Eva Roria Silalahi, SpO(K) dari Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

4 Tingkat “Turun Berok”
Bahasa medis “turun berok” ialah prolapsus uteri. “Rahim yang bergeser (turun) dari posisinya ke bawah melalui liang vagina. Rahim yang seharusnya berada di rongga perut bagian bawah, menurun ke bawah bahkan bisa sampai tampak di luar liang vagina. Pada prolapsus ringan umumnya tidak ada gejala, namun pada kasus yang berlanjut terdapat beberapa keluhan. Gejala khas prolapsus uteri yakni keluar jaringan dari liang vagina, nyeri di perut bagian bawah, dan sering buang air kecil. Prolapsus uteri memiliki empat grade (tingkat keparahan) dengan perawatan berbeda,” Eva menerangkan.

Empat grade yang dimaksud sebagai berikut:
1. Prolapsus uteri tingkat I. Serviks uteri menurun,  dalam liang vagina sampai setinggi 1 cm di atas introitus vagina  (lubang vagina/himen).
2. Prolapsus uteri tingkat II. Serviks uteri turun sampai > 1 cm dari introitus vagina
3. Prolapsus uteri tingkat III. Serviks uteri menonjol keluar dari  > 1  cm di atas introitus vagina
4. Prolapsus uteri tingkat IV. Seluruh uterus telah keluar dari vagina. Fenomena ini sering disebut procidentia uteri dan menuntut tindakan medis berupa operasi.

“(Maaf) itu, kan lubang untuk bersenggama. Artinya, jika mau melakukan hubungan suami istri, rahim harus dimasukkan dulu. Tindakan medis memasukkan rahim ke posisinya semula relatif mudah. Tapi jika ibu melakukan banyak aktivitas, tekanan dari tubuh bagian atas membuat rahim melorot kembali,” imbuhnya. Ketika penderita prolapsus uteri berdiri, sebagian rahimnya akan turun.

 

Pages: 1 2

Comment Here