Kronologi Tertangkapnya Dokter Gadungan Penculik Bayi RSHS

foto : Desi Ariani

BANDUNG – Angpao888.com : Kepala Unit Reserse Kriminal Polsekta Sukajadi, Ajun Komisaris Achmad Gunawan, mengatakan, dugaan sementara motif Desi melakukan penculikan bayi untuk membuktikan kepada suami dan mertuanya bahwa Desi benar hamil.

“Kami menduga alasan pelaku melakukan aksinya untuk membuktikan kepada suami bahwa pelaku benar hamil. Itu keterangan saksi,” katanya.

Achmad mengatakan hal tersebut diketahui setelah dilakukan pemeriksaan kepada suami pelaku yaitu Swara Mardika (26) dan juga mertua pelaku yang tinggal di indekos di Jalan Pasirkaliki, Gg H. Junaedi, RT 02 RW 11, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.

Achmad menambahkan, Desi yang merupakan janda, memaksa menikah dengan Swara dan mengaku telah mengandung bayi Swara serta menikah pada Juli 2013 lalu.

“Ya, jadi sudah 9 bulan masa nggak ngelahirin, jadi dia mengambil anak di RSHS. Tapi untuk memastikan nanti kita periksa pelaku saat sudah membaik,” ujar dia.

 

Kronologi Penangkapan Dokter Gadungan Penculik Bayi di RSHS

Percobaan bunuh diri dilakukan oleh Desi Ariani setelah tempat indekosnya di Jalan Pasirkaliki, Gg H. Junaedi, RT 02 RW 11, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, digerebek oleh petugas kepolisian atas kasus penculikan bayi Valencia di RS Hasan Sadikin, Bandung.

Alasan wanita berusia 32 tahun itu melakukan aksi nekat itu sendiri diduga karena terdesak ketakutan kedok kehamilan palsunya terbongkar oleh mertua dan suaminya.

Kanit Reskrim Polsekta Sukajadi Bandung, AKP Achmad Gunawan, mengatakan, sebelum kejadian bermula, pada Jumat 28 Maret 2014, pihak kepolisian sudah melakukan pengintaian di tempat indekos Desi.

“Sebelumnya ada informasi dari masyarakat yang menyampaikan ada seorang perempuan baru melahirkan, namun keseharian tidak seperti mengandung,” kata Achmad saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu 30 Maret 2014.

Dugaan tersebut diperkuat dengan petunjuk dari CCTV, ada link terputus dan diperkirakan pelaku berada tidak jauh dari RSHS Bandung.

“Kami persiapkan strategi untuk memastikan yang bersangkutan dan mencari info tentang identitas, keseharian, kebenaran tentang hamil tidaknya. Setelah mendapatkan semua info, baru kami mencoba mendatangi indekos sekitar pukul 20.30 WIB,” ungkapnya.

Saat dilakukan penggerebekan, gerak-gerik Desi mulai mencurigakan dan terlihat panik. “Lalu, dia izin untuk ke warung sebentar dan meloncat dari flyover sekitar pukul 21.30 WIB,” jelasnya.

Pandangan petugas pun teralihkan dengan sesosok bayi yang berada di dalam kamar. Setelah itu, dilakukan pengecekan dengan memeriksa suami pelaku dan juga ciri-ciri bayi.

“Kami tanya tentang kelahiran anak. Sang suami bilang banyak kejanggalan. Kami periksa bayi, ditemukan jari manis kaki kirinya sedikit membelok ke bawah dan sedikit panjang dari jari tengah. Cocok dengan bayi yang hilang,” ucapnya.

Setelah itu, pihaknya baru memastikan bahwa Desi pelaku penculikan. “Dengan bukti itu, kami berani memastikan Desi sebagai tersangka,” ujarnya.

Pages: 1 2

Comment Here