Makanan Kadaluarsa Ditemukan di Supermarket Pondokbambu

Google | Dibaca 23

JAKARTA – Angpao888.com : Sebanyak 30 produk makanan disita petugas gabungan Sudin Kesehatan Jakarta Timur dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dari sebuah supermarket di daerah Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (11/7). Puluhan produk makanan itu diketahui telah kedaluwarsa dan rusak.

“Kami temukan kurang lebih 30 produk yang tidak layak dijual, karena kedaluwarsa, tidak ada izin, dan ada juga yang sudah rusak,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Yuditha Endah, kepada wartawan di sela-sela sidak, Jumat (11/7).

Atas temuan tersebut, Yuditha menyatakan, pihaknya akan memberikan surat peringatan kepada pihak swalayan karena telah memperjualbelikan makanan yang tak layak konsumsi. Selain itu, swalayan tersebut juga akan dibina.

“Sementara barang-barang yang disita akan dimusnahkan,” katanya.

Berdasar pantauan, sebanyak sekitar 20 petugas gabungan menyisir swalayan dan mengecek beberapa makanan yang dijual. Sejumlah makanan yang diduga sudah tidak layak jual dimasukan dalam sebuah keranjang belanja. Dari uji laboratorium milik BPOM, ditemukan sebanyak lima bungkus mi kuning yang sudah kedaluwarsa sejak Juni 2014, dan lima bungkus kacang tanah sudah kedaluwarsa sejak April 2014.

Selain itu, terdapat produk es krim yang kemasannya rusak, dan sebuah bungkus keju yang masa berlakunya hanya hingga April 2014. Terdapat juga tiga buah bakpau tidak ada tanggal kedaluwarsa, dan 10 kemasan susu bubuk yang tidak mencantumkan nomor register BPOM, serta sebungkus kurma yang kemasannya rusak.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, saat membeli makanan harus hati-hati dengan melihat kemasan, tanggal kedaluwarsa, dan cium bau makanan tersebut,” imbau Yuditha.

Inspeksi serupa akan terus digelar di sejumlah supermarket dan pasar tradisional lainnya hingga menjelang hari raya Idul Fitri. Inspeksi ini dilakukan lantaran semakin maraknya bahan makanan yang tak layak jual selama bulan Ramadan.

Kepala BPOM DKI Jakarta, Dewi Prawitasari mengatakan sidak ini terus dilakukan lantaran meningkatnya permintaan masyarakat terutama para pedagang makanan atau takjil dadakan. Sementara pengetahuan masyarakat akan makanan yang tak layak konsumsi masih minim.

“Saat Ramadan, biasanya banyak warga yang menjadi penjual makanan atau takjil dadakan. Sementara, mereka yang tidak biasa berjualan makanan ini, minim pengetahuan bahan makanan apa saja yang berbahaya,” jelasnya.

Selain itu, Dewi menduga, tak jarang para pedagang yang sengaja menggunakan bahan makanan berbahaya agar kemasan makanan menjadi lebih menarik. Beberapa di antaranya dengan menggunakan zat pewarna, formalin hingga borak.
(bsc/ris)

Sumber : Harian Terbit 

Comment Here