Melihat Semangat Warga Beralih Profesi saat Lokalisasi Bangunsari Ditutup

Atik Sari Wati’ah (Foto: Imam Wahyudianta/detikcom) | Dibaca 16

SURABAYA – Angpao888.com : Ekonomi di kawasan Bangunsari pascapenutupan lokalisasi memang langsung terjun bebas. Tapi perlahan-lahan ekonomi di kawasan tersebut mulai meningkat saat warga beralih profesi.

“Sebelum ditutup, warga sekitar banyak mengandalkan perekonomiannya pada lokalisasi. Mereka warga terdampak,” ujar Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Kota (LKMK) Dupak Arif An kepada detikcom, Kamis (19/6/2014).

Begitu lokalisasi ditutup, kata Arif An, warga terdampak pun cukup shock. Namun mereka bisa mengerti. Mereka mulai mengikuti pelatihan-pelatihan yang digelar Pemkot Surabaya. Mau tak mau pelatihan itu harus diikuti karena mereka tak mendapat uang jaminan hidup. Hanya PSK dan mucikari yang mendapatkannya.

“Dulu saya punya warung. Pelanggannya ya para PSK dan tamu-tamunya. Begitu wisma tutup, gak ada yang beli. Saya tutup warung,” ujar Anik Sari Wati’ah, warga Dupak Bangunsari I.

Anik pun cepat sadar, dia lalu segera mengikuti pelatihan. Kebetulan Anik tertarik pada pelatihan jahit menjahit. Dan yang diajarkan adalah menjahit alas kaki alias keset. Anik cukup antusias mengikuti pelatihan yang akan mengubah caranya untuk bertahan hidup.

“Saya terus mengikuti pelatihan. Ikut juga study banding ke Kebumen selama 4 hari untuk belajar membuat keset bermotif dari kain perca,” lanjut perempuan 42 tahun itu.

Meski tak mendapat bantuan uang, Anik mendapat bantuan 14 mesin jahit. Denganmesin itu, ia mengajak 10 PSK untuk bekerja bersamanya. “Alhamdulillah, saya bisamengajak mereka (PSK),” ujar ibu dua anak tersebut.

Oleh Imam Wahyudiyanta | Detik.com 

Comment Here