Menolak ‘Melayani’, Ratnasari Dilaporkan Suami ke Polisi

foto: ilustrasi

SULSEL, Angpao888.com : Muhammad Nasrum (38), warga Jalan Makmur, Kelurahan Watampone, Kecamatan Taneteriattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, melaporkan istrinya sendiri ke polisi, Senin (13/1/2014)..

Penyebabnya, sang istri menolak diajak bersetubuh meski mereka masih terbilang pengantin baru setelah menikah dua bulan lalu.

Nasrum yang berprofesi sebagai karyawan swasta itu merasa istrinya, Ratnasari (25), telah menelantarkannya.  Tak hanya menolak melayani kebutuhan biologis suaminya, Ratnasari juga pulang ke rumah orangtuanya tanpa memberi tahu suaminya.

“Pokoknya selama dua bulan ini dia berbuat semaunya. Kalau saya minta, dia selalu tolak,” kata Nasrum.

Juru Bicara Kepolisian Resor Polres Bone Ipda Zulaeni R Tampilang membenarkan adanya laporan tersebut.  “Laporan korban telah kami terima dan saat ini sementara dalam proses penyelidikan,” kata Zulaeni singkat. Tribunnews.com

 

Masalah Seks Dalam pernikahan

Jika kehidupan pernikahan anda dihadang oleh badai problematika seks, maka penting bagi anda mengetahui dan mengenali, aktifitas seksual apa yang diinginkan oleh pasangan hidup anda. Dengan tujuan, agar bisa bersama mewujudkan impian aktifitas seksual yang diinginkan.

Setiap orang memiliki gairah seksual yang berbeda-beda. Ada pasangan yang memiliki gairah seksual yang tinggi, namun ada juga memiliki gairah seksual yang rendah atau biasa saja. Untuk mengatasi gairah seksual agar tak surut, maka kenalilah kondisi pasangan anda. Karena, aktifitas seksual sangat nikmat jika dilakukan dengan rileks, bahagia, tidak dalam keadaan tertekan, kesal ataupun marah.

Umumnya, lelaki mengukur kejantanan dirinya dari kekuatan atau gairah seksnya. Itu sebabnya, banyak suami yang memandang bahwa seks adalah penting. Namun, jika kebutuhan seksnya tak terpenuhi, lelaki akan mengeluh sepanjang kehidupan pernikahannya. Bahkan, mereka kerap bertanya pada diri sendiri: Ada apa dengan pernikahanku? Dan banyak lagi sejumlah pertanyaan yang dapat membuatnya khawatir.

Menurut umumnya lelaki, terpenuhinya aktifitas seks dilihat dari tingkat keseringan melakukan hubungan seksual. Semakin sering, dianggap mampu memuaskan pasangannya. Jika anda melakukan hubungan seks sekali dalam tiga bulan, maka kehidupan seksual anda sedang bermasalah. Tapi, jika dilakukan empat, lima atau enam kali seminggu, ini dikatakan baik.

Berkurangnya hubungan seks menimbulkan kecemasan di kalangan lelaki. Lelaki itu memang umumnya mengendalikan ‘medan’ hubungan seks. Maka jika frekuensi seksual berkurang, mereka akan mulai ‘membunyikan alarm tanda bahaya’ dalam hubungan pernikahannya. Karena itulah, lelaki lebih sering merasa cemas jika hubungan seksual jarang dilakukan di dalam rumah tangga.

Untuk itu, bagi kaum perempuan yang telah menjalin hubungan pernikahan hendaknya memperhatikan masalah yang satu ini. Menurut penelitian, masalah seksual adalah salah satu pemicu terbesar retaknya hubungan rumah tangga. Maka, bicarakanlah masalah seksual anda dengan pasangan agar hubungan bisa berjalan harmonis.

 

Comment Here