Roy Suryo: Baru Plt Gubernur Saja Sudah Berani Desak Menteri

Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo mendatangi Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (23/6/2014) untuk berkonsultasi terkait dengan pemindahan Stadion Lebak Bulus | Icha Rastika | Dibaca 32

JAKARTA – Angpao888.com : Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menyindir Basuki Tjahaja Purnama yang mendesak Kemenpora agar segera menerbitkan rekomendasi terkait pemindahan Stadion Lebak Bulus ke Taman BMW. Menurut dia, Basuki yang baru saja menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI sudah berani mendesak seorang menteri.

“Seseorang yang baru pelaksana tugas gubernur saja sudah berani desak seorang menteri untuk terbitkan rekomendasi. Padahal, kalau kami terbitkan rekomendasi, saya sama saja dengan menggantung semua staf Kemenpora untuk kemudian masuk ke gedung ini,” kata Roy Suryo di Gedung KPK, Senin (23/6/2014).

Menurut dia, lahan pengganti Stadion Lebak Bulus, yakni Taman BMW, bermasalah. Dia enggan terjerumus masalah dan keterlambatan pembangunan MRT karena adanya kasus korupsi dan kolusi yang terjadi atas tanah yang diajukan Pemprov DKI Jakarta sebagai pengganti Stadion Lebak Bulus tersebut.

Untuk memastikan hal ini, dia menanyakan langsung ke KPK. Diketahui, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto pernah melaporkan perihal permasalahan di lahan Taman BMW kepada KPK.

Roy menegaskan, pihaknya tidak akan mengeluarkan rekomendasi bagi Pemprov DKI Jakarta untuk memindahkan Stadion Lebak Bulus ke Taman BMW tersebut. Menurut dia, pihaknya baru akan mengeluarkan rekomendasi jika status Taman BMW ini sudah bersih dan jelas.

“Kalau sudah clear dari KPK salah satunya, karena kami harus verifikasi ini ke BPN (Badan Pertanahan Nasional), ke Kemenkeu, kami juga harus verifikasi ke Kementerian PU, semuanya clear, baru kami akan keluarkan rekomendasi,” kata dia.

Sekadar informasi, Pemprov DKI Jakarta berencana merobohkan Stadion Lebak Bulus untuk pembangunan depo MRT di DKI Jakarta. Sebagai gantinya, Pemprov DKI Jakarta akan membangun stadion bertaraf internasional di lahan Taman BMW. Namun, pembangunan ini terhambat karena adanya masalah sertifikasi tanah.

Badan Pertanahan Nasional belum bisa mengeluarkan sertifikat tanah lantaran masih terdapat kasus sengketa di lahan seluas 66,6 hektar itu. Seperti sudah disebutkan, masalah pembebasan lahan untuk Taman BMW ini pernah dilaporkan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto kepada KPK. Prijanto menuding mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas sengketa yang belum selesai pada lahan Taman BMW.

Oleh Icha Rastika | Kompas.com 

Comment Here