Selain Bos Cipaganti, Ada Dua Lagi yang Ditangkap

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Martinus Sitompul | KOMPAS/Rio Kuswandi | Dibaca 59

BANDUNG – Angpao888.com : Selain Direktur Utama PT Cipaganti Citra Graha Tbk (CPGT) Andianto Setiabudi, yang ditangkap polisi sebagai tersangka dalam kasus penggelapan, ada dua orang tersangka lain yang ditangkap karena terlibat kasus yang sama.

Andianto dan dua orang tersangka lainnya disebut terlibat dalam kasus penggelapan dana sebesar Rp 3,2 triliun dalam Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada. “Ada tiga orang yang kita tangkap,” kata Kepala bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Martinus Sitompul, Selasa (24/6/2014).

Menurut Martinus, penangkapan dilakukan sejak Minggu (22/6/2014). Sementara itu, penangkapan Andianto dilakukan pada Senin kemarin. Namun, Martinus belum menerangkan identitas kedua tersangka lainnya.

Andianto ditangkap atas tuduhan penipuan dan penggelapan dana melalui koperasi yang dibangunnya sejak tahun 2008 itu. Modus yang dilakukan adalah dengan menghimpun penyertaan modal dari mitra sejak 2008 hingga 2014 dan menghasilkan uang sekitar Rp 3,2 triliun.

Sebelumnya, pihak PT CPGT menegaskan, koperasi tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan perseroan Cipaganti. “Memang benar ditangkap, tapi untuk urusan koperasi. Penangkapan bukan terkait perseroan,” kata Sekretaris Perusahaan Cipaganti Toto Moeljono. ( Kompas )

“Saya tegaskan koperasi itu tidak ada kaitannya dengan perseroan. Berbeda institusi sama sekali. Kebetulan Dirut kami adalah salah satu pengurus koperasi itu. Kalau tanya koperasi, kami di perseroan sama sekali tidak tahu,” sambung Toto.

Ilustrasi kantor Cipaganti | Baihaki/KONTAN

Ilustrasi kantor Cipaganti | Baihaki/KONTAN

Cipaganti Tak Mau Dikaitkan dengan Koperasi Cipaganti

Pihak PT Cipaganti Citra Graha Tbk menyatakan perseroan sama sekali tidak berafiliasi dengan Koperasi Cipaganti Karya Graha Persada yang beberapa waktu lalu ramai dibicarakan.

Diberitakan sebelumnya, koperasi tersebut mengalami kesulitan likuditas sehingga mulai telat membayar imbal hasil bulanan para nasabahnya.

“Kami (Cipaganti Citra Graha) dengan Koperasi Cipaganti beda institusi. Satu-satunya yang menjadi penghubung adalah Koperasi Cipaganti memiliki 4,4 persen atau 140 juta lembar saham di PT Cipaganti Citra Graha Tbk,” kata Sekretaris Perusahaan Toto Moeljono di Gedung Bursa Efek Indonesia, Rabu (7/5/2014).

Beberapa waktu lalu, Rochman Sunarya, Kepala Koperasi Cipaganti mengatakan saat ini Koperasi Cipaganti memang tidak bisa tepat waktu membayar return per bulannya. Sebab, dana kelolaan diputar di investasi pertambangan batubara yang sedang berhenti beroperasi lantaran harganya anjlok.

Kondisi ini sejatinya telah terjadi sejak awal tahun ini. Namun menurut Rochman, kondisi bisnis yang kian seret terasa sejak Oktober tahun lalu. Kala itu, pemerintah memang mulai membuat regulasi tentang mineral dan pertambangan. Tak hanya itu, harga batubara yang anjlok juga membuat Cipaganti tak bisa menutup biaya produksi.

Untuk itu, Rochman meminta nafas tambahan untuk mengembalikan imbal hasil tersebut dalam waktu enam bulan. Dia menjanjikan, di Oktober, imbal hasil sudah berjalan dengan normal kembali. ( Kontan

Comment Here