Semarakkan Nyepi, Ogoh-Ogoh Mini Jadi Buruan Anak

foto : Warga melihat ogoh-ogoh mini di pinggir jalan Bali (Foto: Rohmat/okezone)

DENPASAR – Angpao888.com : Patung raksasa ogoh-ogoh yang direpresentasikan simbol buta kala atau kejahatan yang biasanya diarak orang dewa menjelang hari Nyepi, ternyata juga menjadi idola anak-anak.

Mereka tak ketinggalan berburu ogoh-ogoh untuk diusung ramai-ramai dalam menyemarakkan Nyepi di Bali. Menjelang Nyepi, pemuda banjar di Pulau Dewata adu kreasi membuat patung raksasa meski tetap mengacu konteks Nyepi.

Selain ogoh-ogoh berukuran jumbo itu, yang tak kalah serunya kehadiran ogoh-ogoh mini. Salah seorang perajin I Gusti Ngurah Putra Pamungkas (25) mengatakan, ogoh-ogoh mini itu sebenarnya lebih bertujuan menyemarakkan Nyepi.

Pada malam pangrupukan atau malam menjelang Nyepi, ogoh-ogoh itu diarak keliling desa kemudian dibakar sekaligus menandai dimulainya tapa berata penyepian.

“Kalau ogoh-ogoh besar untuk orang dewasa, padahal anak-anak ingin juga menyemarakkan Nyepi, sehingga kami bikin ogoh-ogoh mini,” jelas Putra yang berjualan di Jalan Raya Sempidi, Mengwi, Badung Minggu (30/3/2014).

Ia bersama beberapa temannya, membuat ogoh-ogoh mini untuk dijual ke masyarakat umum dengan sasaran anak-anak. Bentuk dan ukurannya berbeda-beda satu sama lain, namun temanya tetap mengacu Nyepi yakni buta kala.

Yang pasti, ogoh-ogoh itu cukup ringan bisa diangkat anak-anak. Hiasan dan warna-warna yang dipakai, cukup mencolok seperti merah, kuning hijau. Pembuatannya, tidak serumit membikin ogoh-ogoh jumbo.

Material yang dipakai juga hampir sama seperti gabus, kayu, kain, lem dan parasok (bahan untuk membuat seperti rambut). Soal harga, ogoh-ogoh mini dibandrol antara Rp100 hingga Rp500 ribu per buah. Sedangkan strategi penjualan dengan memajang di pinggir jalan sehingga mudah dilihat orang melintas.

Dalam sehari, dia mampu menjual sekira 25 buah yang sebagian besar pembelinya adalah anak-anak. Putra adalah satu dari sekian banyak yang mengais rejeki dari barang yang terkesan cukup menyeramkan itu.

Ogoh-ogoh tak lagi mengesankan seram, menakutkan, dan hanya bisa diangkat beramai-ramai. Lewat kerajinan ogoh-ogoh mini itu, bisa diangkat dibawa anak-anak. Sebagian dipakai untuk hiasan di rumah, sebagian lagi akan diarak pada malam pangrupukan yang serentak digelar malam ini di seluruh Pulau Bali. (kem)

Oleh Rohmat – Okezone 

Comment Here