Uang “Saweran” Melanie Subono Tak Diberi ke Keluarga Satinah

foto : Krisna Diantha Sejumlah warga Indonesia yang tinggal di Swiss melakukan unjuk rasa di depan kantor perwakilan PBB di Geneva untuk mendukung Satinah, buruh migran Indonesia yang akan menjalani hukuman pancung di Arab Saudi.

SEMARANG – Angpao888.com : Pembayaran diat untuk membebaskan Satinah dari hukuman pancung dibayarkan langsung oleh Pemerintah RI. Hal ini meninggalkan masalah ketika dana yang dihimpun oleh masyarakat secara langsung tidak bisa disalurkan.

Melanie Subono, salah satu musisi yang menggalang dana untuk Satinah, mengaku sudah memberhentikan donasinya. Uang yang telah terkumpul dalam rekeningnya akan tersimpan di “Kas Rakyat”.

“Saya sudah mendengar itu. Dalam rekening pribadi, siapa pun yang transfer ke saya, silakan dan simpan buktinya. Kalau uang mau diambil, silakan diambil, kalau tidak, akan masuk ke ‘Kas Rakyat’ lagi. Dana tidak untuk keluarga Satinah,” kata Melanie Subono, di Semarang, Kamis (3/4/2014) malam.

Melanie telah menerima uang ratusan juta dari masyarakat yang menyumbang secara langsung. Per tanggal 2 April 2014, dana masuk dalam rekeningnya mencapai angka Rp 670 juta.

“Rp 600 juta sudah ditransfer ke Migrant Care. Untuk jumlah sisanya, Rp 70 juta, kami belum cek,” ujarnya.

Kas Rakyat
Melanie mengaku, dia dan teman-temannya mempunyai “Kas Rakyat” untuk membantu kepentingan sosial yang lebih luas.

“Kami dengan banyak Slankers atau teman lainnya punya ribuan anak jalanan yang tak bisa sekolah, kami pakai untuk itu,” ujarnya.

Demi penggalangan dana sosial, Melanie telah menutup donasi dalam media sosial. Situs web melaniesubono.com sudah “diambil” pemerintah dan ditutup.

“Tapi, kami lagi mau diambil melaniesubono.co., yang .co.id, dan .com sudah diambil pemerintah dan ditutup,” ujarnya.

Oleh Kontributor Semarang, Nazar Nurdin | Kompas.com

Comment Here