Usia 2.000 Tahun, Arkeolog Temukan Makam Negara Kolombia

Sebuah benda arkeologi yang dipamerkan dalam sebuah pameran di gedung Kementerian Luar Negeri di Bogota, Senin 1 September 2014. REUTERS/Jose Miguel Gomez
Sejumlah benda arkeologi Kolombia dipamerkan sebuah pameran di gedung Kementerian Luar Negeri di Bogota, Kolombia, Senin 1 September 2014. Spanyol pada 24 Juni 2014 mengembalikan kepada Kolombia sejumlah 691 benda arkeologi termasuk keramik berusia tiga ribu tahun yang disita dalam kasus pencucian uang dan penyelundupan narkoba di tahun 2003. REUTERS/Jose Miguel Gomez.
Benda-benda Arkeologi milik Kolombia yang dikembalikan oleh Spanyol dipamerkan dalam konferensi pers di Kementerian Luar Negeri di Bogota, Kolombia, Senin 1 September 2014. AP/Cristian Alvarez.
Sebuah benda arkeologi yang dipamerkan dalam sebuah pameran di gedung Kementerian Luar Negeri di Bogota, Senin 1 September 2014. AP/Cristian Alvarez.
Fabian Sanabria, direktur Institut Antropologi Kolombia, menjelaskan kepada Menteri Luar Negeri Kolombia Maria Angela Holguin (kanan) tentang benda-benda arkeologi dalam sebuah pameran di gedung Kementerian Luar Negeri di Bogota, Senin 1 September 2014. Benda-benda tersebut termasuk patung dan perhiasan yang dikembalikan kepada pejabat arkeologi pemerintahan Kolombia. REUTERS/Jose Miguel Gomez.
Benda-benda Arkeologi milik Kolombia yang dikembalikan oleh Spanyol dipamerkan dalam konferensi pers di Kementerian Luar Negeri di Bogota, Kolombia, Senin 1 September 2014. AP/Cristian Alvarez.

BOGOTA – Angpao888.com : Arkeolog Kolombia berhasil mengidentifikasi tiga makam berusia 2.000 tahun lebih di negara barat laut kawasan Amerika Selatan itu.

Juan Pablo Diez, yang timnya bekerja dengan pemerintah kota untuk melindungi warisan budaya nasional mengatakan makam pertama ditemukan pada 16 Mei di Itagui, Antioquia tengah Kolombia, di lembah Andes.

Penemuan tersebut meliputi keramik, yang disebut Incised Brown Ware, dan mangkuk-mangkuk dari logam. Sebagian merupakan guci untuk pemakaman di komunitas pertanian dan pengolahan logam .

Menurut Juan Pablo Diez, yang timnya bekerja dengan pemerintah kota untuk melindungi warisan budaya nasional.

“Salah satu gucinya digunakan sebagai penutup untuk guci lain, dan di dalamnya kami menemukan sesuatu yang tampaknya sisa jasad manusia yang dikremasi,” katanya seperti dikutip kantor berita AFP.

Artefak itu saat ini sedang diteliti di laboratorium. Diez berharap penemuan tersebut bisa disimpan di museum purbakala setempat.

 

Baca Juga

Reaksi Anda terhadap artikel ini
  • Menarik
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
Dibaca 131 kali

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz
Baca Juga:
Kisah Mercedes Benz Muhammad Ali Bertahtakan Emas dan Permata

Muhammad Ali, mantan juara tinju dunia tutup usia. Petinju yang...

Close