Waspada Ada Takjil Mengandung Rhodamine Dijual di Jawa Tengah

Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memeriksa sejumlah menu jajanan berbuka puasa yang dinilai mengandung zat berbahaya | Antara

Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memeriksa sejumlah menu jajanan berbuka puasa yang dinilai mengandung zat berbahaya | Antara

Angpao888.com: BBPOM minta masyarakat mewaspadai kemungkinan diperdagangkannya makanan dan mimuman untuk berbuka puasa yang mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan.

Biasanya pedagang curang akan menggunakan zat pewarna yang bukan untuk makanan. Biasanya menggunakan Rhodamine.

Penggunaan zat pewarna Rhodamine, dapat dikenali dengan ciri-ciri warna mencolok. Jenis pewarna yang biasa digunakan sebagai pewarna makanan biasanya merah dan kuning.

Zat pewarna itu pada dasarnya digunakan sebagai pewarna sabun, kain, serta industri tekstil lainnya.

Rhodamine bila dikonsumsi tubuh, dalam jangka waktu tertentu akan menyebabkan penyakit kanker.

Ilustrasi Makanan mengandung Rhodamine | Kaskus

Ilustrasi Makanan mengandung Rhodamine | Kaskus

Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Daerah Istimewa Yogyakarta I Gusti Ayu Adhi Aryapatni di Yogyakarta, menyatakan sesuai hasil pemantauan khusus makanan beredar menjelang Ramadhan yang dilakukan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY mulai 23 Mei hingga 2 Juni 2016, ditemukan 42,31 persen dari 52 sampel yang diuji mengandung bahan berbahaya.

Dari makanan yang dinyatakan mengandung bahan berbahaya tersebut, 77,27 persen mengandung Rhodamin-B dan 22,73 persen mengandung boraks. Data lapangan diketahui bahwa sebagian besar produk mengandung bahan berbahaya tersebut berasal dari luar Yogyakarta, yaitu Klaten, Purworejo, Magelang dan Muntilan.

BBPOM Yogyakarta berpesan agar masyarakat tetap bersikap kritis terhadap berbagai iming-iming potongan harga berbagai produk makanan di pusat perbelanjaan. Sebab produk yang dijual tersebut bisa saja merupakan produk dengan kemasan rusak, kedaluwarsa, atau mengandung bahan berbahaya. “Masyarakat dapat menerapkan prinsip “KIK”, yakni cek Kemasan pangan, cek Izin edar, serta cek tanggal Kedaluwarsa.

Sementara itu warga Semarang tampaknya juga perlu meningkatkan kewaspadaan saat membeli takjil untuk berbuka puasa.

Pasalnya, BBPOM Semarang mencium gelagat kurang baik dari segelintir pedagang yang menjual takjil di pinggir jalan raya.

Berdasarkan razia makanan dan minunan di tiga ruas jalan raya, Aryanti Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen BBPOM Semarang, Kamis (9/6), menemukan di Jalan Pahlawan, dekat Kauman ada pedagang takjil menjual kue lapis warna merah mengandung bahan Rhodamine.

Saat bulan Ramadhan sekarang ini, banyak aneka jajanan yang ditawarkan di sejumlah tempat untuk sajian berbuka puasa. Banyaknya animo masyarakat memburu makanan untuk berbuka puasa memicu penjual makanan untuk mengejar keuntungan banyak dengan mencampurkan bahan-bahan kimia yang berbahaya. (th)

Baca Juga

Reaksi Anda terhadap artikel ini
  • Menarik
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
Dibaca 152 kali

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz
Baca Juga:
Istana Terlantar Afganistan Sekarang Jadi Objek Wisata

Raja Amanullah Khan memerintahkan pembangunan istana Darul Aman pada 1920...

Close